BREAKING NEWS - Sosok Ahok yang ceplas-ceplos serta tegas ini ternyata dapat membuat perubahan Jakarta, salah satunya bisa mengatur Waduk Pluit menjadi memesona serta enak dipandang, Waduk Pantai Indah Kapuk lebih bersih dan teratur.
Di antara program unggulan yang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta yang berhasil melalui Ahok – Djarot, yaitu :
Di antara program unggulan yang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta yang berhasil melalui Ahok – Djarot, yaitu :
PARKIR METER/ELEKTRONIK
Sistem parkir mtr. yang menggunakan Terminal Parkir Elektronik (TPE) diawali pada akhir 2014. Dimuka pemakaianya, banyak warga DKI masih bingung. Seiring berjalannya waktu, warga mulai terbiasa. Bahkan juga kebijakan ini dapat menangani parkir liar di jalan.
Tidak cuma itu, parkir mtr. saat ini menjadi salah satu program unggulan yang diperkembang di Pemprov DKI Jakarta. Bila dikelola dengan cara apik, menurut Ahok pendapatan dari parkis dapat mencapai Rp 100 juta /hari. “Tahu tidak masuk duitnya berapa? Hanya 30% saja nih, yang di Jalan Sabang, rata-rata Rp 10 juta /hari, ” ungkap Ahok.
STERILISASI MONAS
Melihat banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan di sekitaran ruang Taman Monumen Nasional, membuat Ahok geram serta lakukan sterilisasi. Kebijakan itu tidak mulus di terima pedagang, mereka menentang serta melawan keputusan itu. Namun, Ahok jalan selalu serta tidak gentar melawan perlawanan dari PKL.
Hasilnya, saat ini mereka yang berdagang di Monas sudah dibina Ahok lewat Lenggang Jakarta. Pemprov DKI Jakarta pun tutup semuanya akses pintu masuk untuk PKL liar di areal pusang jajanan Lenggang Jakarta.
RELOKASI KAMPUNG PULO
Ahok berani memindahkan warga Kampung Pulo di bantaran Sungai Ciliwung. Aksi relokasi pernah diwarnai benturan antar warga dengan aparat. Tetapi hal semacam itu sudah bikin sejumlah warga sukses dipindahkan ke Tempat tinggal Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat, Jakarta Timur pada September 2015.
Walau kepindahan itu memetik keluhan, mulai tak ada teralis pada jendela, sampai masalah fasilitas. Namun, step untuk step perbaikan rusun dikerjakan. Sampai saat ini, warga juga mulai nikmati hunian baru mereka. Bahkan juga pada Hari Raya Idul Adha 1436 H, ratusan warga relokasi dari Kampung Pulomenjalankan shalat Id di rusun tersebut .
MEMBUAT RPTRA
Ruang
Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pertama di bangun Ahok di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Oktober 2015. Menurut Ahok, maksud utama pembangunan ruangan publik ini adalah langkah DKI Jakarta untuk wujudkan provinsi yang ramah anak. Ahok memohon anak-anak mesti dididik dengan baik di RPTRA. Sebab, banyak RPTRA yang baru di bangun sudah dipenuhi sampah.
“Anak-anak ini harus dididik serta BPMPKB (Tubuh Pemberdayaan Manusia Perempuan serta Keluarga Merencanakan) mesti dibagi tugasnya nih. Tidak mungkin anak-anak main di jalan serta saya minta semuanya SKPD (Unit Kerja Piranti Daerah) konsentrasi fikirkan itu, ” kata Ahok.
MEMBENTUK PPSU
Melalui ketentuan gubernur tentang perekrutan beberapa pekerja perlakuan prasarana serta sarana umum (PPSU), Ahok juga bikin beberapa pasukan yang ditugaskan untuk mengatasi masalah darurat serta kecil. Umpamanya membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang asal-asalan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, serta masalah kerusakan pada fasilitas serta prasarana umum di Jakarta.
Dengan seragam oranye, PPSU itupun lalu diletakkan berdasarkanzonasi spesifik di setiap kelurahan. Satu zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, dapat di isi 2-3 pekerja yang dibagi dalam 2 giliran kerja dari pagi sampai malam. Satu kelurahan bakal memperoleh 40-70 pekerja, tergantung luas lokasi serta jumlah masyarakat.
Disinyalir berhasil, Ahok juga bakal memindahkan Pekerja Harian Terlepas (PHL) yang sampai kini dibawah dinas jadi PPSU. “PPSU telah relatif baik kerjanya, malah kurang orang. Saya lagi memikirkan pindahkan PHL Dinas Kebersihan atau (Dinas) Taman ke kelurahan, ” tegas Ahok.
WISATA BALAI KOTA
Hasrat Ahok agar warga DKI Jakarta dapat rasakan situasi Balai Kota, bikin dianya memutuskan untuk buka Balai Kota sebagai destinasi wisata. Di Balai Kota yang memiliki teras yang luas ini, warga bisa berwisata sembari lihat keindahan Monas. Tidak cuma itu, Ahok juga mengharapkan warga dapat belajar banyak tempat sebagai kantor Gubernur DKI Jakarta.
Di Balai Kota, warga dapat mendapatkan info tentang Kota Jakarta, dari mulai histori gedung Balai Kota, gubernur yang pernah memimpin, hingga perubahan Kota Jakarta terbaru.
“Orang pengin tahu gubernur dahulu siapapun. Ternyata gubernur dahulu ganteng serta cakep. Ada fotonya didalam, mungkin saja dapat photo di situ, ” tutur dia. Ahok pun ingin Balai Kota dapat jadi tempat nongkrong baru untuk anak muda. Hingga mereka dapat menggunakan saat dengan aktivitas positif.
Sistem parkir mtr. yang menggunakan Terminal Parkir Elektronik (TPE) diawali pada akhir 2014. Dimuka pemakaianya, banyak warga DKI masih bingung. Seiring berjalannya waktu, warga mulai terbiasa. Bahkan juga kebijakan ini dapat menangani parkir liar di jalan.
Tidak cuma itu, parkir mtr. saat ini menjadi salah satu program unggulan yang diperkembang di Pemprov DKI Jakarta. Bila dikelola dengan cara apik, menurut Ahok pendapatan dari parkis dapat mencapai Rp 100 juta /hari. “Tahu tidak masuk duitnya berapa? Hanya 30% saja nih, yang di Jalan Sabang, rata-rata Rp 10 juta /hari, ” ungkap Ahok.
STERILISASI MONAS
Melihat banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan di sekitaran ruang Taman Monumen Nasional, membuat Ahok geram serta lakukan sterilisasi. Kebijakan itu tidak mulus di terima pedagang, mereka menentang serta melawan keputusan itu. Namun, Ahok jalan selalu serta tidak gentar melawan perlawanan dari PKL.
Hasilnya, saat ini mereka yang berdagang di Monas sudah dibina Ahok lewat Lenggang Jakarta. Pemprov DKI Jakarta pun tutup semuanya akses pintu masuk untuk PKL liar di areal pusang jajanan Lenggang Jakarta.
RELOKASI KAMPUNG PULO
Ahok berani memindahkan warga Kampung Pulo di bantaran Sungai Ciliwung. Aksi relokasi pernah diwarnai benturan antar warga dengan aparat. Tetapi hal semacam itu sudah bikin sejumlah warga sukses dipindahkan ke Tempat tinggal Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat, Jakarta Timur pada September 2015.
Walau kepindahan itu memetik keluhan, mulai tak ada teralis pada jendela, sampai masalah fasilitas. Namun, step untuk step perbaikan rusun dikerjakan. Sampai saat ini, warga juga mulai nikmati hunian baru mereka. Bahkan juga pada Hari Raya Idul Adha 1436 H, ratusan warga relokasi dari Kampung Pulomenjalankan shalat Id di rusun tersebut .
MEMBUAT RPTRA
Ruang
Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pertama di bangun Ahok di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Oktober 2015. Menurut Ahok, maksud utama pembangunan ruangan publik ini adalah langkah DKI Jakarta untuk wujudkan provinsi yang ramah anak. Ahok memohon anak-anak mesti dididik dengan baik di RPTRA. Sebab, banyak RPTRA yang baru di bangun sudah dipenuhi sampah.
“Anak-anak ini harus dididik serta BPMPKB (Tubuh Pemberdayaan Manusia Perempuan serta Keluarga Merencanakan) mesti dibagi tugasnya nih. Tidak mungkin anak-anak main di jalan serta saya minta semuanya SKPD (Unit Kerja Piranti Daerah) konsentrasi fikirkan itu, ” kata Ahok.
MEMBENTUK PPSU
Melalui ketentuan gubernur tentang perekrutan beberapa pekerja perlakuan prasarana serta sarana umum (PPSU), Ahok juga bikin beberapa pasukan yang ditugaskan untuk mengatasi masalah darurat serta kecil. Umpamanya membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang asal-asalan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, serta masalah kerusakan pada fasilitas serta prasarana umum di Jakarta.
Dengan seragam oranye, PPSU itupun lalu diletakkan berdasarkanzonasi spesifik di setiap kelurahan. Satu zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, dapat di isi 2-3 pekerja yang dibagi dalam 2 giliran kerja dari pagi sampai malam. Satu kelurahan bakal memperoleh 40-70 pekerja, tergantung luas lokasi serta jumlah masyarakat.
Disinyalir berhasil, Ahok juga bakal memindahkan Pekerja Harian Terlepas (PHL) yang sampai kini dibawah dinas jadi PPSU. “PPSU telah relatif baik kerjanya, malah kurang orang. Saya lagi memikirkan pindahkan PHL Dinas Kebersihan atau (Dinas) Taman ke kelurahan, ” tegas Ahok.
WISATA BALAI KOTA
Hasrat Ahok agar warga DKI Jakarta dapat rasakan situasi Balai Kota, bikin dianya memutuskan untuk buka Balai Kota sebagai destinasi wisata. Di Balai Kota yang memiliki teras yang luas ini, warga bisa berwisata sembari lihat keindahan Monas. Tidak cuma itu, Ahok juga mengharapkan warga dapat belajar banyak tempat sebagai kantor Gubernur DKI Jakarta.
Di Balai Kota, warga dapat mendapatkan info tentang Kota Jakarta, dari mulai histori gedung Balai Kota, gubernur yang pernah memimpin, hingga perubahan Kota Jakarta terbaru.
“Orang pengin tahu gubernur dahulu siapapun. Ternyata gubernur dahulu ganteng serta cakep. Ada fotonya didalam, mungkin saja dapat photo di situ, ” tutur dia. Ahok pun ingin Balai Kota dapat jadi tempat nongkrong baru untuk anak muda. Hingga mereka dapat menggunakan saat dengan aktivitas positif.
Baca juga : JUBIR KPK"Febri Diansyah" = Status Anies Hari Ini Resmi Tersangka, Pencalonan Anies-Sandiaga Terhenti Disini..
Di wisata Balai Kota, Ahok juga menyediakan tempat gratis untuk pengusaha yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan ataupun fashion yang ingin pasarkan produknya. [cnn-dunia]
SORE INI HEBOH,, PERNYATAAN !!! RETNO MARSUDI = ANIES TIDAK AKAN TERLEPAS DARI JERAT HUKUM, APA YANG ANDA BANGGAKAN DARI ANIES, !!!! INI BUKTI NYATA KERJA AHOK-DJAROT SUKSES MEMBENAHI JAKARTA.
4/
5
Oleh
pambudi10
